Selasa, 30 September 2014

022013. MAKAN BUAH DURIAN :



Awal tahun tujuh puluhan didaerah Lampung Utara, saya terperangah menemukan musim buah-buahan, mulai dari musim Rambay, Menteng, Kapundung, nyambung ke Langsat, belum habis Langsat nyambung buah Duku, terus Kaweni, Bacang, Mangga, dan buah Kemang. Ada lagi buah yang satu, namanya Puteran, family Kaweni/Bacang, tapi tektur daging buahnya lembut seperti Apokado juga harum seperti Kaweni, jika sudah matang daging buah dipotong melingkar sama pisau, kemudian diputar, bagian kulit dan daging buah akan lepas terpisah menjadi dua bagian, ya….. seperti belah buah Apokado itu.
 

Adalagi buah Pedarro semacam Lengkeng tapi lebih kecil dan tipis dagingnya, lengkeng hutan lah, Rambutan dan Jeruk juga ada, baru datang musim buah yang heboh tentang aroma ini, dimulai dengan buah Cempedak, dimana-mana Cempedak, tetangga sebelah bandar Cempedak, baju badan dan keringat bau Cempedak, bahkan BAB bau begituan. Habis Cempedak nyambung ke musim buah durian, dimana-mana durian, tetangga sebelah mendadak jadi bandar durian juga, buah duriannya besar-besar dan banyak macam tampilannya, dan tentu rasanya.
 

Varitasnya bisa sampai belasan, namun yang pernah saya temukan tingkat legitasinya antara KW.2 kebawah, mungkin waktu itu saya belum bisa memilih buah durian dengan baik, sehingga buah yang KW.1 tidak saya temukan, waah musim nanti harus datang untuk mencobanya lagi.  
Diskripsi buah Durian berdasar table check list ( Durian mania ) :
Kasuy./1,2,3/4/7,8/10,12/15/16/19,20/22/25,26,27/30,31/35/38,39/41/43,44/47,48.
Legitasi.KW.2,3.
 

Disini saya baru tahu rasanya kenyang makan buah durian, pakaian, badan dan keringat bau durian, BAB dan BAK juga bau buah yang satu itu, rupanya di Pulau besar ini namanya buah-buahan bukan hanya banyak macamnya, tapi juga banyak jumlahnya, jadi jangan heran kalau anda disuguhi buah durian dengan nasi pulut dan parut kelapa yang sudah dicampur dengan garam, atau nasi dengan pepes ikan yang dipeleti buah durian, tempoyak namanya, atau malah disuguhi kopi dengan dodol buah durian.
 

Musim buah melimpah sedangkan tranfortasi masih sulit, bosan dimakan langsung ya dibuat dodol, lempok derian namanya, sisanya dibuat tempoyak yang bisa tahan sampai ketemu musimnya lagi tahun depan, aman kan. Banyak masakan terutama sambal yang dibuat dari buah yang sedang musim, seperti sambal Kemang, sambal Gandaria dan lain-lain.


Masih ada lagi musim buah yang lain, yaitu buah Pasang, Kelewih,  Teureup atau Benda, dll, sebelumnya biji buah dicuci bersih, baru digongseng sampai kuning mateng, baru dimakan sebagai makanan ringan semacam snack anak sekarang, tapi rasanya jauh lebih enak dan menyehatkan, tidak tergantikan.
Ada lagi musim yang datang belakangan, yaitu musim buah pete dan jengkol, ini juga kan sama masih buah dengan aroma heboh, dan anda tahu, tetangga sebelah itu jadi bandar jengkol juga, aaah.



Sobari1sobar@gmail.com
Paartikeliir di Bandung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar