Selasa, 30 September 2014

022015. NUNGGU BUAH DURIAN :



Tahun tujuh puluh empat saya di Fak-Fak Papua Barat, disini buah duriannya bagus-bagus besar dan durinya juga besar-besar, tampilan buah dan dagingnya seperti durian Monthong tapi ukuran buah lebih kecil, bedanya ini punya rasa legit. Dilahan pembebasan proyek semua pohon ditebang, kecuali dua pohon durian, jangan ditebang. Pohon yang satu batangnya besar, percabangan dan daunnya rindang, datang musimnya berbuah lebaaaat pula, sedang pohon yang satu lagi batangnya lebih kecil, cabang dan daunnya jarang, buahnya juga jarang.
 

Malam-malam nunggu durian jatuh sambil nyanyi dan main gitar, waktu hujan sore-sore kilat sambar pokok kenari………Buuuk, durian jatoh, Alex yang orang Ayam Aru lebih gesit loncat, waaaah, kenapa Lex,  duriannya begini, kenapa,  ancooor.
Waktu buah durian masih tergantung dipohonnya, terlihat sangat menarik Diskripsi tampilan luarnya seperti ini :
 

Diskripsi buah Durian berdasar table check list ( Durian Mania ) :
Puncak Onim FF./1/4/8/12/15/16.
Sekarang durian sudah tergolek ditanah dan pecah, diskripsi lanjutannya seperti ini :18/22/27/29/32/38/41/43/46.
Legitasi : 0.
 

Gitar dan lagu diteruskan, Oooo…… yamko rambe…..yam, buuk, Alex lagi yang loncat, kali ini ke bawah pohon sebelah, waaah ini baru buah durian, Alex berguman sambil mendatangi api unggun, dengan buah durian ditangan dan masih utuh, mari Lex katong belah dia, sambut Uding, maksudnya Syamsudin Fatamasya, asli Kokas campur Bugis sedikit, bagaimana diskripsikan jangan buah duriannya.
Puncak Onim FF./2/5/8/13/15/16/21/22/25/31/35/39/42/44/47.
Legitasi : KW.1.
 

Malam-malam selanjutnya kami hanya menunggui pohon durian yang kurus dan berbuah jarang, pohon durian yang berbuah lebat dan berjatuhan, tidak ada yang hirau. Ahirnya Muhamad Nur Kepala Kantor yang orang Minang ngambil inisiatif, buah durian yang lebat dipetik ketika tua, jadi tidak ditunggu jatoh, kemudian diperam dan setelah mateng dibuat dodol durian.
 

Tahun delapan puluh dua saya di profinsi Bengkulu, pekerjaan tercecer dari Argamakmur Bengkulu Utara sampai Bintuhan Kaur Selatan. Karena alasan strategis saya menetapkan pos di Manna Bengkulu Selatan, didaerah Bengkulu populasi buah durian hampir merata, Cuma varitasnya tidak banyak, di Bengkulu  yang saya temukan baik ini ;
 

Argamakmur./1,2/4,5/7,9/10,12/15/16/19,20/22/25,27/30,31/34,35/38,39/41/43,44/47,48.
Legitasi : KW.2,3.
 

Manna./1,2,3/4,5/7,9/10,12/15/16/19,20/22/25,27/30,31/34,35/38,39/41/43,44/47,48.
Legitasi : KW.2,3.
 

Kedurang./1,2/4,5/7,9/10,12/15/16/19,20/22/25,27/30,31/34,35/38,39/41/43,44/47,48.
Legitasi : KW.1,2,3.
 

Bintuhan./1,2/4,5/7,9/10,12/15/16/19,20/22/25,27/30,31/34,35/38,39/41/43,44/47,48.
Legitasi : KW.2,3.



Sobari1sobar@gmail.com
Paartikeliir di Bandung

022014. KAMPUNG BUAH DURIAN :



Tahun tujuh puluh dua saya ke daerah Tebing Tinggi Lahat Sumatra Selatan, pertengahan antara kota Lahat dan Lubuk Linggau, ada jalur darat tras Sumatra, jalur kereta api Palembang Lubuk Linggau. Bekas kota Kewedanaan kotanya lebih ramai ada toko-toko orang cina, saya tinggal di bekas Hotel Anda yang punya orang cina, namanya Pak Zondag Cia isterinya cina Batu Raja namanya cik Erti. Disini tidak banyak buah-buahan, yang banyak getah balem rakyat, getah karet yang dibekukan, hitam kotor dan bau comberan, berbeda jauh dengan getah karet di perkebunan karet Cisaga Banjar yang perusahaan  Perancis, getah yang sudah dibekukan putih bersih kayak tahu cina, karena dicetak dalam bak aluminium, memang ada bau khasnya.
 

Dipasar banyak dijual buah seperti salak tapi bukan, ini buah rotan, yang besar-besar buah manau, ada yang kecil-kecil buah luwi namanya, rasanya sama asem-asem sepet, dimakannya sama kecap cabe rawit dan garan, serasa rujak begitu. Senja hari di musim kemarau langit diatas kota Tebing Tinggi dipenuhi kelelawar buaanyak, itu tandonyo nak musim besa buah derian, kata cek Denca pedagang pek-pek keturunan Palembang. Bunga buah durian mekar di malam hari, yang menyerbuki binatang malamlah, makin banyak bunga yang mekar, semakin penuh langit senja di kota Tebing Tinggi oleh kelelawar.
 

Tidak tahu dari mana mulainya tapi dipasar kulu sudah ada yang jual buah durian, saya beli dan memang enak, durian jatohan betul-betul, murah lagi. Makin hari durian dipasar makin banyak, tiap hari makan durian, tetangga depan rumah, cek Man, pengusaha expedisi kereta api, sekarang menjadi bandar durian, didepan rumahnya durian menggunung, tiap hari memberangkatkan truk penuh durian ke Palembang.
Varitas buah durian di Tebing Tinggi lebih banyak dan lebih besar-besar, terutama kalau sudah turun buah durian dari gunung.
 

Diskripsi buah Durian berdasar table check list ( Durian mania ) :
Tening Tinggi SUMSEL./1,2,3/4/7,8/10,12/15/16/18,19,20,21
/22,23/25,26 ,27/29,30,31/33,34,35/37,38,39/41,42/43,44/46,47,48.
Legitasi.KW.2.
 

Aini sini makan derian, pangil anak perempuannya, Aini itu nama isteri saya. Saya dan isteri turun dari rumah tinggi untuk makan durian, dalam satu hari tak kurang dari dua belas truk yang berangkat ke Palembang penuh durian, kata cek Man. Buah durian sisa sortiran dibelah dan dikelepeti dagingnya untuk dibuat lempok, sampai sekarang lempok durian yang terkenal di Palembang ya lempok Tebing Tinggi ini. Daging buah durian sisa sortiran untuk lempok, yang kurang manis rasanya, disisihkan disusun berlapis-lapis dalam tabung gelas bekas botol cuka besar ( di Cianjur dibuat tempat asinan buah ), tiap lapisan ditaburi garam dan cabai, disimpan agar terpermentasi, setelah matang bernama tempoyak.
 

Suatu hari cik Erti manggil dari bawah,  de Nur sini,  de Nur panggilan cik Erti untuk isteri saya, kamipun turun, rupanya dimeja sudah dihidangkan makanan, ini papahnya Adi baru ngejalo dapat ikan Seluang banyaaak, musim kemarau air sungai Batang Hari kecil dan musim ikan Seluang. Ikan Seluang pepes dimakan dengan sambal gandaria, aah, pedas-pedas asem gurih, ini apa yang lengket kuning di ikan Seluang cik,  saya bertanya,  yaaah itu yang name tempoyaaak, enak yah, iyalaaaah.



Sobari1sobar@gmail.com
Paartikeliir di Bandung

022013. MAKAN BUAH DURIAN :



Awal tahun tujuh puluhan didaerah Lampung Utara, saya terperangah menemukan musim buah-buahan, mulai dari musim Rambay, Menteng, Kapundung, nyambung ke Langsat, belum habis Langsat nyambung buah Duku, terus Kaweni, Bacang, Mangga, dan buah Kemang. Ada lagi buah yang satu, namanya Puteran, family Kaweni/Bacang, tapi tektur daging buahnya lembut seperti Apokado juga harum seperti Kaweni, jika sudah matang daging buah dipotong melingkar sama pisau, kemudian diputar, bagian kulit dan daging buah akan lepas terpisah menjadi dua bagian, ya….. seperti belah buah Apokado itu.
 

Adalagi buah Pedarro semacam Lengkeng tapi lebih kecil dan tipis dagingnya, lengkeng hutan lah, Rambutan dan Jeruk juga ada, baru datang musim buah yang heboh tentang aroma ini, dimulai dengan buah Cempedak, dimana-mana Cempedak, tetangga sebelah bandar Cempedak, baju badan dan keringat bau Cempedak, bahkan BAB bau begituan. Habis Cempedak nyambung ke musim buah durian, dimana-mana durian, tetangga sebelah mendadak jadi bandar durian juga, buah duriannya besar-besar dan banyak macam tampilannya, dan tentu rasanya.
 

Varitasnya bisa sampai belasan, namun yang pernah saya temukan tingkat legitasinya antara KW.2 kebawah, mungkin waktu itu saya belum bisa memilih buah durian dengan baik, sehingga buah yang KW.1 tidak saya temukan, waah musim nanti harus datang untuk mencobanya lagi.  
Diskripsi buah Durian berdasar table check list ( Durian mania ) :
Kasuy./1,2,3/4/7,8/10,12/15/16/19,20/22/25,26,27/30,31/35/38,39/41/43,44/47,48.
Legitasi.KW.2,3.
 

Disini saya baru tahu rasanya kenyang makan buah durian, pakaian, badan dan keringat bau durian, BAB dan BAK juga bau buah yang satu itu, rupanya di Pulau besar ini namanya buah-buahan bukan hanya banyak macamnya, tapi juga banyak jumlahnya, jadi jangan heran kalau anda disuguhi buah durian dengan nasi pulut dan parut kelapa yang sudah dicampur dengan garam, atau nasi dengan pepes ikan yang dipeleti buah durian, tempoyak namanya, atau malah disuguhi kopi dengan dodol buah durian.
 

Musim buah melimpah sedangkan tranfortasi masih sulit, bosan dimakan langsung ya dibuat dodol, lempok derian namanya, sisanya dibuat tempoyak yang bisa tahan sampai ketemu musimnya lagi tahun depan, aman kan. Banyak masakan terutama sambal yang dibuat dari buah yang sedang musim, seperti sambal Kemang, sambal Gandaria dan lain-lain.


Masih ada lagi musim buah yang lain, yaitu buah Pasang, Kelewih,  Teureup atau Benda, dll, sebelumnya biji buah dicuci bersih, baru digongseng sampai kuning mateng, baru dimakan sebagai makanan ringan semacam snack anak sekarang, tapi rasanya jauh lebih enak dan menyehatkan, tidak tergantikan.
Ada lagi musim yang datang belakangan, yaitu musim buah pete dan jengkol, ini juga kan sama masih buah dengan aroma heboh, dan anda tahu, tetangga sebelah itu jadi bandar jengkol juga, aaah.



Sobari1sobar@gmail.com
Paartikeliir di Bandung

0220112. DURIAN MANIA :


Musim durian tahun kemaren cukup meriah, jongko durian dadakan di Bandung sampai di jalan Suci depan gedung Geologi,  di depan Kantor Pertanian terus kearah simpang jalan Pahlawan. Mengawali tahun 2012 durian sudah mulai masuk dari Palembang, di Jawa panen durian cukup meriah katanya, semoga kabar baik ini terjadi di Sumatra dan didukung trasfortasi yang lancar. Buah durian Sumatra dan Jawa yang saya beli di Bandung banyak yang berkualitas baik, KW.1,2 dan 3, apalagi jika para pekebun di Sumatra seperti di Jawa, mereka memelihara pokok durian dengan baik, menjaga tempo pemetikan yang pas tuanya dan  waktu pemeraman dalam perjalanan yang pas pula.
 

Kita berharap semua varitas durian lokal tetap terpelihara, untuk memberi peluang kepada para pecinta / penikmat buah durian, mengasah kegemarannya memilih durian lokal. Buah durian yang mendapat referensi kualitas KW.1,2 dan 3, lebih banyak lagi ditamam dengan pola organik, jangan dengan pola rekayasa seperti durian Monthong. Durian lokal berbeda dibanding durian Monthong, jika mau kenyang makan  durian, makan durian Monthong, tapi jika anda mau menikmati buah durian, makan durian lokal. terutama yang mengerti cara menikmati buah durian, mereka tahu tentang kepuasan dari buah durian dan tetap memilih dan jatuh hati pada durian lokal.
 

Banyak ikan dijual dipasar, tapi banyak orang yang suka mamcing, ada kelompok mancing mania, tentu mereka punya alasan. Demikian pula orang yang membeli buah durian, tidak semua puas disuguhi atau dipilihkan buah durian, ada yang suka memilih sendiri, menikmati, menilai kelezatannya, mendokumentasikan dan melestarikannya, kenapa tidak kita sebut Durian Mania, berikut ini tabel perbandingan tingkat kepuasan yang dapat dicapai dalam menikmati buah durian.:
 

Tabel diatas membagi 4 bagian besar dari tingkat kepuasan dalam menikmati durian, pertama memiliki referensi dan memilih sendiri 27,50 %, kedua menemukan durian kwalitas KW.1, 30. %, ketiga menikmatinya 25. %, keempat tingkat harga dan pelestarian, 10. % dan 7,5 %. Hasilnya dapat dilihat bahwa, memilih dan menemukan durian KW.1 tingkat kepuasan dapat mencapai, 67,50 %, sedangkan makan durian monthong ( tanpa aktivitas memilih dan harga tinggi ) tingkat kepuasan dapat mencapai, 42. %, sedangkan makan durian dikebunnya ( tanpa referensi dan pilihan ) dapat mencapai, 66,50 %. 

Jika membeli di jongko pinggir jalan, durian berbagai varitas dan endemik bercampur menjadi satu, sehingga segala referensi dan keahlian anda termasuk dalam menawar diuji, jika mendapatkan durian kuwalitas KW.1, dengan tingkat harga rendah, usaha anda telah meliputi semua unsur aktivitas penilaian, sehingga kepuasan dapat mencapai nilai, 100. %.
 
Jika anda perlu informasi dan check list lengkap dari Penilaian Legitasi dan Tingkat Kepuasan Menikmati Buah Durian, dipersilahkan menghubungi email dibawah ini.
Saya termasuk orang yang yakin bahwa buah durian lokal, akan terus jaya dan menjadi tuan rumah di negara sendiri, bahkan bisa jadi komuditi kuliner yang baik, jika kita pandai mengelolanya, termasuk mempromosikan pola menikmati buah Durian, dari para pencinta / penikmat buah Durian Mania.

Bandung 5 Januari 2012


Sobari1sobar@gmail.com
Paartikeliir di Bandung






0220111. DURIAN MANIA :


 MENIKMATI BUAH DURIAN.

Kenapa harus susah payah memilih buah durian lokal, pilih saja durian Monthong, enak dan kenyang, pertanyaannya apakah semua orang sudah cukup puas dengan itu. Banyak yang suka makan ikan direstoran, tapi banyak juga orang suka mancing ikan, ketika jorannya bergerak mata kailnya dimakan ikan, jantungnya berdegup kencang, andrenalinnya naik, seluruh inderanya siaga, dan dia mendapat ikan yang dia cari-cari dilubuk itu, enaknya makan ikan mungkin dia lupakan. 

Banyak yang suka makan sate daging rusa, tetapi banyak orang berani keluar biaya besar untuk merasakan sensasi, melihat gerakan sepasang mata rusa yang menari-nari bak penari salsa, dalam sinar spotlight 500 watt, dipadang alang-alang malam buta, kemudian menggiringnya kedalam sasaran tembak, untuk menyaksikan rusa terjerembab dihadapannya. Kenikmatan itu berpita lebar dan menantang manusia untuk menjelajahi keluasannya, dan itu semua dilalalkan, kecuali dihari-hari tasrik bulan Zulhijah. 

Kembali ke buah durian, jika anda ingin kenyang makan durian Monthong, harganya pasti rasanya pasti, lantas dimana unsur kejutannya. Jika anda memilih durian lokal tidak ada kepastian dan tidak ada jaminan anda akan puas, tetapi melihat macam ragam populasi dan varitasnya, menguji segala kemampuan dan pengalaman anda dalam memilihnya. Dalam dialog dan penawarannya, memegang dan menelisiknya, menimbang beban dan merasakan durinya, dan anda putuskan pilihan anda utk membelinya. 

Sampai dirumah durian dibelah, mudah, dalam kangkotan pertama ada satu nyamplung buah utuh, dan satu nyamplung kerucut kecil keujung. Warnanya tembaga, aromanya lembut tapi meresap dalam, daging buahnya kala disentuh lembut dan kenyal. Ujung daging buah yang menutupi puncak biji yang ternyata kempet, berlipat menutup dengan rapih, ini saya sebut vulva daging buah durian. Ketika puncak lipatan vulva itu dikelupas pelan-pelan, terlepas dengan kenyal, lepas terbuka dan terbalik ke pangkal biji, yang dipegang dengan tangan kiri, sehingga tangan kanan yang tadi dipake mengelepet vulva, sekarang memegang puncak biji buah durian yang telah bersih licin dari dagingnya, yang terbalik kebawah semua. 

Pelan membalikan tangan kanan dan menyantap daging buah durian, eeh nona kecil malah bengong, ayo makan buah duriannya, dia mengambil nyamplung buah yang satunya, kecil dan kerucut keujung. Dagingnya lembut dan kenyal terasa dimulut, manis dalam dan ada sedikit pahit terasa diujung lidah, ketika ditelan dipangkal lidah, terasa manis lembut, kenyal dan sedikit pahit dengan aroma lembut harum, mengantar kepada kelezatan, legit yang mendalam. Legitasi : KW.1. Allahu Akbar, sampai sekarang kelezatan anugrah dariMU masih tetap terpelihara dalam ingatan. Tingkat kepuasan : 100.%. (baca 0220162. Durian Tembaga). 

Bandung 5 Januari 2012 


Sobari1sobar@gmail.com
Paartikeliir di Bandung